OPTIMALISASI PERAN PEMUDA DALAM RANGKA PERSIAPAN PEMBANGUNAN MENUJU INDONESIA EMAS MELALUI PENDIDIKAN BERKUALITAS DAN HOLISTIK

Fadhila Haqieqi – UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Indonesia digadang akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045 tepat saat usia kemerdekaan mencapai 100 tahun. Untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas agar dapat memimpin negara di era tersebut, pemerintah kini tengah fokus pada generasi anak-anak usia dini (Kemenkopkm,2021). Disaat bersamaan, Indonesia akan segera menyongsong era bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Di masa itu, jumlah penduduk usia produktif akan jauh lebih banyak dibandingkan usia non produktif. Untuk itu, sejak sekarang perlu dipersiapkan generasi muda yang siap berdaya saing, unggul, yang akan menjadi suksesor untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Dalam periode 2016 – 2045, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,7 persen per tahun dengan terus melakukan reformasi struktural, memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi, serta meningkatkan daya saing ekonomi. Indonesia diperkirakan menjadi negara pendapatan tinggi pada tahun 2036 dan PDB terbesar ke-5 pada tahun 2045. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif akan meningkatkan jumlah kelas pendapatan menengah menjadi sekitar 70 persen penduduk Indonesia pada tahun 2045 (Bappenas, 2019).
Hasil analisis atas prediksi meroketnya perekonomian yang diiringi oleh pembangunan nasional melalui pemanfaatan bonus demografi dinilai sebagai suatu kesempatan emas yang dapat menjadi gerbang pembuka bagi Indonesia daam pencaturan global. Oleh sebab itu, saat ini Indonesia harus mempersiapkan generasi terbaik yang menjadi penerus estafet perjuangan bangsa dalam pembangunan nasional. Persiapan sumber daya manusia ini dapat dilakukan dalam berbagai cara, salah satunya yang paling krusial adalah melalui pendidikan.
Pendidikan merupakan sebuah proses untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, mampu berpikir secara saintifik dan filosofis tetapi juga mampu mengembangkan spiritualnya. Peran pendidikan dalam mempersiapkan generasi 2045 sangat penting. Target yang dicanangkan pemerintah berupa munculnya generasi emas Indonesia dalam  sepuluh atau dua puluh tahun kedepan yaitu dengan meluaskan kesempatan akses pendidikan lebih tinggi. Untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045, penting bagi dunia pendidikan melakukan perubahan pola pikir. Pendidikan tidak sekadar dimaknai dengan transfer akademik (keilmuan) saja, melainkan dilengkapi dengan karakter. Keseimbangan akademik dan karakter inilah yang perlu disiapkan sejak sekarang (Darman,2017). Taraf pendidikan rakyat Indonesia ditingkatkan untuk menciptakan SDM unggul dan berbudaya. Rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 12 tahun pada tahun 2045. Angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi mencapai 60 persen dan angkatan kerja lulusan pendidikan SMA sederajat dan PT mencapai 90 persen pada tahun 2045 (Bappenas 2009).
Berdasarkan laporan Education for All Global Monitoring Report yang dirilis UNESCO 2011, tingginya angka putus sekolah menyebabkan peringkat indeks pembangunan rendah. Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index. Sementara, laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, setiap menit ada empat anak yang putus sekolah. Perkembangan pendidikan Indonesia masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Menurut Education For All Global Monitoring Report 2011 yang dikeluarkan oleh UNESCO setiap tahun dan berisi hasil pemantauan pendidikan dunia, dari 127 negara, Education Development Index (EDI) Indonesia berada pada posisi ke-69, dibandingkan Malaysia (65) dan Brunei (34) (Darman,2017).
Melihat fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa persoalan pendidikan sebagai salah satu faktor pendorong pembangunan tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Pemerintah harus membuka mata tentang betapa fundamentalnya pendidikan sebagai pembentuk moral serta peningkat kapasitas dan kapabilitas manusia dalam menghadapi tantangan dunia kedepannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Todaro (2011 dalam Putra dan Parimin, 2015) yang menyatakan bahwa peningkatan kapabilitas manusia melalui pendidikan merupakan inti makna dari pembangunan yang sesungguhnya.
Oleh sebab itu, perbaikan sistem pendidikan di Indonesia merupakan PR terbesar pada saat ini. Pemerintah, sekolah serta seluruh pihak yang terlibat dalam suksesi pendidikan harus saling bekerja sama dalam merancang strategi pembenahan sistem pendidikan. Mulai dari pembenahan tingkat kurikulum hingga implikasinya dalam tingkat paling sentral, yakni kepada guru dan juga peserta didik sebagai aktor yang berperan langsung dalam proses terselenggarakannya proses pembelajaran. Melalui hal tersebut, diharapkan sistem pendidikan nasional dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dan berkualitas.
Adapun tujuan dari reformasi sistem pendidikan masa depan Indonesia adalah menjadikan pendidikan sebagai jembatan yang mengantarkan generasi masa kini menjadi generasi emas Indonesia 2045. Tepat pada tahun 2045 Indonesia 100 tahun terlepas dari belenggu penjajah. Ditahun tersebut Indonesia mengharap memiliki gold generation yang dapat membangun bangsa kearah yang lebih baik. Menurut Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Indonesia (ALPTKI) Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. saat menyampaikan makalah utama dalam Konperensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi)VII yang diselenggarakan Universitas Negeri Yogyakarta, di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (1/11/2012), “Generasi ini akan menjadi generasi penduduk warga dunia yang bersifat transkultural, namun harus tetap hidup dan berkembang dalam jati diri dan budaya Indonesia sebagai sebuah bangsa yang bermartabat” (Darman,2017).
Indonesia Emas 2045 telah menjadi impian besar untuk membentuk bangsa Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain, serta dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan dan KKN yang saat sulit diatasi oleh negara ini. Kunci untuk merealisasikan Indonesia Emas pada tahun 2045 berada pada perbaikan kualitas pendidikan nasional yang holistic dan berkualitas. Pendidikan yang holistik serta mencakup keseluruhan aspek dan integrasi atas semua bidang dirasa mampu menjadi akselerator perbaikan sumber daya manusia di Indonesia, utamanya kepada para pemuda yang menjadi generasi penerus bangsa.
Pemuda Indonesia harus dibentuk menjadi generasi emas yang memiliki kemampuan soft skill, hard skill dan juga nilai moral yang baik. Pembentukan pemuda melalui pendidikan dengan sistem yang baik juga menjadi kunci tercapainya tujuan ini. Oleh sebab itu, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat mendukup optimalisasi fungsi dan peran pemuda dalam rangka mempersiapkan pembangunan menuju Indonesia Emas melalui pendidikan yang baik, holistik, dan juga berkualitas. Mari ciptakan kader dan generasi penerus bangsa terbaik demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur!


DAFTAR PUSTAKA
Bappenas. 2019. Indonesia 2045 Berdaulat, Adil, Makmur. https://www.bappenas.go.id/files/Visi%20Indonesia%202045/Ringkasan%20Eksekutif%20Visi%20Indonesia%202045_Final.pdf. Diakses tanggal 14 November 2021.
Darman, Regina Ade. 2017. Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 Melalui Pendidikan Berkualitas. Jurnal Edik Informatika. Vol. 3 (2) : 73-86.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2021. Menuju Indonesia Emas 2045, Pembangunan SDM Fokus Pada Generasi Usia Dini. https://www.kemenkopmk.go.id/menuju-indonesia-emas-2045-pembangunan-sdm-fokus-pada-generasi-usia-dini. Diakses pada tanggal 14 November 2021.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2021. Talenta Muda Perlu Dipersiapkan Sejak Dini, Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045. https://www.kemenkopmk.go.id/talenta-muda-perlu-dipersiapkan-sejak-dini-untuk-wujudkan-indonesia-emas-2045. Diakses pada tanggal 14 November 2021.
Putra, M. U. M., dan Parimin. 2015. Peran Pendidikan dalam Esensi Pembangunan Ekonomi di Kabupaten Asahan (Studi Kasus: Beberapa Sekolah di Kisaran Barat). Jurnal Wira Ekonomi Mikroskill. 5(2): 121-132.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X